Senin, 04 April 2011

range of motion


BAB II
ISI

ROM (Range of Motion)
Yaitu derajat untuk mengukur kemampuan suatu tulang, otot dan sendi dalam melakukan pergerakan

ROM bermanfaat untuk :
a. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot dalam melakukan pergerakan
b. Mengkaji tulang sendi, otot
c. Mencegah terjadinya kekakuan sendi
d.Memperlancar sirkulasi darah

Range of Motion (ROM) sangat berkaitan dengan istilah-istilah anatomi.

1. Sikap Anatomi

Adalah sikap tegak tubuh denga tungkai lurus, telapak kaki menempel lantai, lengan lurus ke bawah dengan telapak tangan menghadap ke depan memandang kea rah budang Jerman yaitu posisi kepala menghadap depan sehingga sudut mata sebelah luar dengan puncak atas pangkal telingan membentuk garis horizontal dengan lantai.

2. Superior
Artinya, yang (lebih) di atas. Contohnya : Kepala superior terhadap leher.

3. Inferior
Artinya, yang (lebih) di bawah. Contohnya : Vena cava inferior (vena cava yang di bawah, sebab ada vena cava superior yang sebelah atas).

4.Medial
Artinya, yang lebih dekat garis tengah. Contohnya : Jari telunjuk medial terhadap ibu jari tangan.
5.Lateral
Artinya, yang lebih jauh dari garis tengah, atau yang berada di sisi luar. Contohnya malleolus lateralis (mata kaki sebelah luar).

6.Kranial
Artinya, yang menuju arah kepala, sesuai arah kepala. Rostal, digunakan untuk susunan saraf pusat menuju/ sesuai kea rah otak.

7.Kaudal
Artinya, menuju arah ekor. Walaupun manusia tidak berekor, namun yang dimaksud adalah ke arah tulang koksigis (tulang ekor).

8.Anterior
Artinya, yang sesuai dengan arah depan/ muka, berada di depan. Contohnya : Arteri serebri anterior.
9.Posterior
Artinya, yang sesuai arah belakang atau berada di belakang. Contohnya : Fosa poplitea berada di posterior sendi lutut.

10.Ventral
Artinya, yang sesuai dengan arah dada. Karena manusia berjalan tegak, maka dalam banyak hal vebtral akan sesuai dengan arah anterior.

11.Vorsal
Artinya, yang sesuai denga arah punggung, seperti halnya ventral. Karena manusia berjalan tegak, maka dalam banyak hal dorsal akan sesuai dengan arah posterior. Dalam hal dorsum pedis (punggung kaki), lengkung kaki dianggap “ tengkurap “ di lantai, maka punggungnya berada di sebilah atas.

12.Proximal
Artinya lebih ke pangkal. Ibarat pohon, batang-tubuh kita mempunyai cabang dan ranting. Jadi, ada proximal lengan atas, proximal tungkai bawah, dan ada proximal jari-jari.

13.Distal
Artinya, lebih kearah ujung (menjauhi pangkal). Contohnya : sendi lutut dibentuk oleh ujung distal tulang femur dengan sisi proximal tulang tibia.

14.Plantar,volar
Artinya,istilah ini digunakan untuk telapak.Telapak kaki = Plantar pedis
§§ Telapak tangan = Vola manus. Sisi lain dari telapak seperti tadi sudah disebut pada nomor 11 adalah dorsum pedia dan dorsum manus.

15.Bidang sagital atau potongan sagital

Adalah bidang yang membelah tubuh menjadi belahan kiri dan kanan.
16. Bidang frontal atau potongan frontal

Adalah bidang yang membelah tubuh menjadi belahan muka dan belakang.

17. Bidang tranversal

Adalah bidang yang membelah tubuh menjadi belahan atas dan bawah.

18. Flexi

Adalah gerakan melipat sendi dari keadaan lurus. Contohnya : flexi lengan bawah, flexi jari.

19. Extensi

Adalah gerakan meluruskan sendi dari keadaan terlipat, keadaan lurus ini mengakibatkan ukuran lengan atas tungkai menjadi lebih panjang disbanding dari keadaan terlipat. Duplikasi (makna atau ganda) terjadi untuk gerakan sendi kaki antara doro flexi dan plantar flexi, mana yang flexi mana yang extensi atau keduanya flexi. Boleh digunakan istilah dorso flexi, plantar flexi atau flexi kaki, = dorso flexi atau extensi kaki = plantar flexi, karena dengan extensi dimaksud di sini ukuran seluruh tungkai menjadi lebih panjang.

20.Abduksi
Adalah gerakan pada bidang frontal untuk “ membuka sudut “ terhadap garis tengah. Contohnya : gerakan merentangkan lengan, merentangkan tungkai dan merentangkan jari-jari tangan.
21.Adduksi
Adalah gerakan pada bidang frental untuk menutup sudut terhadap garis tengah. Gerakan ini merupakan gerakan yang sebaliknya dari gerakan abduksi.
22.Pronasi
Adalah gerakan putar kearah dalam dari lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan menghadap ke belakang (prone = posisi tubuh tengkurap, bahasa Inggris).
23.Supinasi
Adalah gerakan putar kearah luar dari lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan kembali menghadap ke depan (supine = posisi tubuh terlentang, bahasa inggris).
24.Exoratasi
Adalah gerak putar pada sumbu panjang seluruh tungkai kearah luar.

• Range of Motion (ROM) adalah suatu teknik dasar yang digunakan untuk menilai gerakan dan untuk gerakan awal ke dalam suatu program intervensi terapeutik
• Gerakan dapat dilihat sebagai tulang yang digerakkan oleh otot atau pun gaya ekternal lain dalam ruang geraknya melalui persendian.
• Bila terjadi gerakan, maka seluruh struktur yang terdapat pada persendian tersebut akanterpengaruh, yaitu: otot, permukaan sendi, kapsul sendi, fasia, pembuluh darah dan saraf
• Gerakan yang dapat dilakukan sepenuhnyadinamakan range of motion (ROM)
• Untuk mempertahankan ROM normal, setiap ruas harus digerakkan pada ruang gerak yang dimilikinya secara periodik
• Faktor-faktor yang dapat menurunkan ROM, yaitu penyakit-penyakit sistemik, sendi, nerologis ataupun otot; akibat pengaruh cedera atau pembedahan; inaktivitas atau imobilitas
Dari sudut terapi, aktivitas ROM diberikan untuk mempertahankan mobilitas persendian dan jaringan lunak untuk meminimalkankehilangan kelentukan jaringan danpembentukan kontraktur .
• Teknik ROM tidak termasuk peregangan yang ditujukan untuk memperluas ruang gerak sendi.
Jenis-jenis latihan ROM
• Passive ROM (PROM)
• Active ROM (AROM)
• Active-Assistive ROM (A-AROM), adalah jenis AROM yang mana bantuan diberikan melalui gaya dari luar apakah secara manual atau mekanik, karena otot penggerak primer memerlukan bantuan untuk menyelesaikan gerakan
Indikasi dan sasaran PROM
• Indikasi PROM
– Pada daerah di mana terdapat inflamasi jaringan akut yang apabila dilakukan pergerakan aktif akan menghambat proses penyembuhan
– Ketika pasen tidak dapat atau tidak diperbolehkan untuk bergerak aktif pada ruas atau seluruh tubuh, misalnya keadaan koma, kelumpuhan atau bed rest total
• Sasaran PROM
– Mempertahankan mobilitas sendi dan jaringan ikat
– Meminimalisir efek dari pembentukan kontraktur
– Mempertahankan elastisitas mekanis dari otot
– Membantu kelancaran sirkulasi
– Meningkatkan pergerakan sinovial untuk nutrisi tulang rawan serta difusi persendian
– Menurunkan atau mencegah rasa nyeri
– Membantu proses penyembuhan pasca cedera dan operasi
– Membantu mempertahankan kesadaran akan gerak dari pasien an dan penilaian kelemahan pasen, tentukan prognosis, pencegahan serta rencana intervensi
– Tentukan kemampuan pasen untuk mengikuti program
– Tentukan seberapa banyak gerakan yang dapat diberikan
– Tentukan pola gerak ROM
– Pantau kondisi umum pasien
– Catat serta komunikasikan temuan-temuan serta intervensi
– Lakukan penilaian ulang serta modifikasi intervensi bila Diperlukan
• Penerapan Teknik ROM
– Untuk mengendalikan gerakan genggamlah ekstremitas di sekitar sendi. Apabila persendian terdapat nyeri, modifikasi pegangan
– Beri penunjang bagi daerah yang memiliki integritas struktural yang leman, misalnya tempat patahan atau segmen yang mengalami kelumpuhan
– Gerakkan segmen di seluruh ruang gerak yang bebas rasa nyeri hingga sampai terdapat resistensi/tahanan jaringan
– Lakukan gerakan dengan lembut dan berirama 5 sampai 10 repetisi
• Pada PROM
– Gaya untuk gerakan adalah berasal dari eksternal (terapist atau mesin)
– Tidak terdapat resistensi aktif dari penderita
– Gerakan dilangsungkan di dalam ROM yang  mana terdapat rentang gerak tanpa adanya nyeri atau gaya yang dipaksakan
• Pada AROM
– Peragakan gerakan yang diinginkan kepada penderita dengan menggunakan PROM, kemudian mintalah kepada penderita untuk melakukan gerakan tersebut. Beri bantuan bila dibutuhkan
– Bantuan dibutuhkan pada gerakan halus atau terdapat kelemahan.
– Gerakan dilakukan pada ruang gerak sendi yang tesedia.


PERBEDAAN ROM AKTIF & PASIF

Latihan ROM Pasif dan Aktif.

Pasien yang mobilitas sendinya terbatas karena penyakit, diabilitas, atau trauma memerlukan latihan sendi untuk mengurangi bahaya imobilitas. Latihan berikut dilakukan untuk memelihara dan mempertahankan kekuatan otot serta memelihara mobilitas persendian.

a. Flexi dan Extensi Pergelangan Tangan

Cara :
 Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
*
 Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dan siku menekuk dengan lengan.
*
 Pegang tangan pasien dengan satu tangan dan tangan yang lain memegang pergelangan tangan pasien.
*
 Tekuk tangan pasien ke depan sejauh mungkin
*
 Catat perubahan yang terjadi.
*


b. Flexi dan Extensi Siku
Cara :
 Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
*
 Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dengan telapak tangan mengarah ke tubuhnya
*
 Letakkan tangan di atas siku pasien dan pegang tangannya dengan tangan lainnya
*
 Tekuk siku pasien sehingga tangannya mendekat bahu
*
 Lakukan dan kembalikan ke posisi sebelumnya
*
 Catat perubahan yang terjadi
*

c. Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah
Cara :
 Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
*
 Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan siku menekuk
*
 Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya.
*
 Putar lengan bawah pasien sehingga telapaknya menjauhinya
*
 Kembalikan ke posisi semula
*

d. Abduksi dan Adduksi
Cara :
 Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
*
 Atur posisi lengan pasien disampinga badannya
*
 Letakkan satu tangan perawat di atas pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan
* lainnya
 Gerakkan lengan pasien menjauh dari tubuhnya kea rah perawat
*
 Kembalikan ke posisi semula
*
 Catat perubahan yang terjadi
*

e. Flexi dan Extensi jari-jari
Cara :
 Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
*
 Pegang jari-jari kaki pasien dengan satu tangan sementara tangan lain memegang kaki
*
 Bengkokkan (tekuk) jari-jari ke bawah
*
 Luruskan jari-jari kaki ke belakang
*
 Kembalikan ke posisi semula
*
 Catat perubahan yang terjadi
*


f. Flexi dan Extensi Pergelangan Kaki Siku
Cara :
 Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
*
* Letakkan satu tangan perawat pada telapak kaki pasien dan satu tangan yang lain di atas pergelangan kaki. Jaga kaki lurus dan rileks
 Tekuk pergelangan kaki, arahkan di atas siku pasien
*
 Catat perubahan yang terjadi
*

g. Rotasi pangkal paha
Cara :
 Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
*
 Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan kaki dan satu tangan yang lain di atas lutut
*
 Putar kaki menjauhi perawat
*
 Putar kaki kearah perawat
*
 Kembalikan ke posisi semula
*
 Catat perubahan yang terjadi
*

h. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawartan untuk mengatasi gangguan mobilitas adalah sebagai berikut :
 Peningkatan fungsi system tubuh
*
 Peningkatan kekuatan dan ketahanan
*
 Peningkatan fleksibilitas sendi
*
 Peningkatan fungsi otorik, perasaan nyaman pada pasien, dan ekspresi pasien menunjukkan keceriaan
*





BAB III

KESIMPULAN


Postur tubuh (body alignmenti) merupakan susunan geometris dari bagian-bagian tubuh yang dengan bagian tubuh yang lain. Bagian yang dipelajari dari postur tubuh adalah persendian, tendon, ligament dan otot. Apabila keempat bagian tersebut digunakan dengan benar dan terjadi keseimbangan, maka dapat menjadikan fungsi tubuh maksimal, seperti dalam posisi duduk, berdiri dan berbaring yang benar.





































DAFTAR PUSTAKA

Levine, BD. Yoshimura, K et, al, Dexamethasone in the Treatment of Acute Mountain sincleress, The New England Journal of Medicine, vol 321.
No.25, Doc, 21 1989, pt. 1707-1713.

Reed, Charles E, Basic Mechanism of Asthma, Role of Inflanation; CHEST/94/1/July/1988, p 175-177

Santosa, Andy, et at; Aktivitas pada waktu Luang yang dilakukan secara Teratur, pada Seminar Nasional VIII Ikatan Ahli Ilmu Fai Indonesia (IAIFI); Surabaya; 1986.

Thibodeau, Gary A, An ilomy and Physiology, edisi I, Msby, 1987.



















ILMU DASAR KEPERAWATAN 2
“RANGE OF MOTION”


Tutor: Ady setiawansyah,SKM.M.Kep.
Nama: suparmanto
Nim: SR102040492
Kelas: 1b

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH PONTIANAK
S1 REGULER KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK 2010/2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar